Mengenal Vaksin DBD: Senjata Baru Melawan "Si Belang" yang Kian Mengintai

Kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Indonesia seolah menjadi tamu tak diundang yang rutin datang setiap musim hujan. Selama puluhan tahun, kita hanya mengandalkan 3M Plus (Menguras, Menutup, Mendaur ulang). Namun, tahukah Anda bahwa sekarang dunia medis telah menghadirkan perlindungan yang lebih spesifik? Ya, jawabannya adalah Vaksin DBD.

12/28/20253 min read

Mengapa Kita Butuh Vaksin DBD?

DBD disebabkan oleh virus Dengue yang ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti. Yang membuat virus ini sulit ditangani adalah adanya empat serotipe berbeda (DEN-1, DEN-2, DEN-3, dan DEN-4). Jika seseorang pernah terkena satu jenis, ia masih bisa terjangkit jenis lainnya, bahkan sering kali infeksi kedua jauh lebih berat.

Di sinilah peran vaksin: memberikan perlindungan menyeluruh terhadap keempat jenis virus tersebut sekaligus.

Jenis Vaksin yang Tersedia di Indonesia

Berdasarkan rekomendasi dari Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) dan Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia (PAPDI), saat ini terdapat vaksin generasi terbaru yang sudah mendapat izin edar:

Qdenga (TAK-003): Ini adalah vaksin yang paling umum digunakan saat ini. Keunggulannya adalah dapat diberikan kepada individu tanpa perlu melakukan tes darah (skrining) terlebih dahulu untuk mengetahui riwayat infeksi DBD sebelumnya.

Rentang Usia: Vaksin ini dapat diberikan mulai dari anak usia 6 tahun hingga dewasa usia 45 tahun (dalam pengawasan dokter, bisa hingga 60 tahun).

Bagaimana Skema Pemberiannya?

Vaksinasi DBD bukan hanya sekali suntik. Secara medis, untuk mendapatkan perlindungan optimal, prosedurnya adalah:

  1. Dosis: Diberikan sebanyak 2 dosis.

  2. Interval: Jarak antara dosis pertama dan kedua adalah 3 bulan.

  3. Cara Pemberian: Disuntikkan secara subkutan (di bawah kulit).

Seberapa Efektif Vaksin DBD?

Data klinis menunjukkan hasil yang sangat menjanjikan. Vaksinasi terbukti:

  1. Mencegah gejala klinis DBD hingga 80%.

  2. Mencegah risiko rawat inap (hospitalisasi) akibat DBD hingga lebih dari 90%.

Ini artinya, meskipun seseorang yang sudah divaksin tetap terjangkit, kemungkinan ia mengalami kondisi kritis atau syok (Dengue Shock Syndrome) akan jauh berkurang.

Hal Penting Sebelum Vaksinasi (Kontraindikasi)

Meskipun aman, ada beberapa kelompok yang secara medis tidak disarankan menerima vaksin ini karena sifatnya yang berupa live-attenuated (virus yang dilemahkan):

  1. Ibu hamil dan menyusui.

  2. Orang dengan gangguan sistem imun (seperti penderita HIV atau yang sedang menjalani kemoterapi).

  3. Sedang mengalami demam tinggi atau sakit berat.

Vaksin Bukan Pengganti 3M

Vaksin DBD adalah lapisan perlindungan tambahan yang sangat krusial. Namun, para ahli medis menekankan bahwa vaksinasi harus berjalan beriringan dengan menjaga kebersihan lingkungan. Dengan kombinasi vaksin dan perilaku hidup bersih, kita bisa menciptakan benteng yang kuat bagi keluarga dari bahaya DBD.

Tips: Sebelum melakukan vaksinasi, selalu konsultasikan kondisi kesehatan Anda atau buah hati Anda kepada dokter spesialis anak atau dokter penyakit dalam terdekat

Cara Mendapatkan Vaksin Deman Berdarah

Setelah mengetahui bahaya dari DBD penting bagi kita untuk mengambil langkah-langkah untuk mendapatkan vaksinasi DBD guna melindungi diri dan keluarga.

Pertama, Anda cukup mengunjungi klinik Srikandi Medikus atau melalui https://srikandimedikus.com/ untuk melakukan pendaftaran. Setelah itu, konsultasikan kebutuhan vaksinasi Anda dengan dokter kami yang ramah dan profesional. Mereka akan memberikan penjelasan lengkap tentang vaksin demam berdarah dan manfaatnya. Segera lakukan vaksinasi untuk melindungi diri dan keluarga dari risiko demam berdarah. Jangan tunggu sampai terlambat, Pilih Vaksinasi Demam Berdarah bersama Srikandi Medikus, Mumpung sekarang lagi ada promo spesial untuk kamu yang mau menjaga diri dari ancaman Demam Berdarah !!

Pilih Vaksinasi Demam Berdarah bersama Srikandi Medikus, Mumpung sekarang lagi ada promo spesial untuk kamu yang mau menjaga diri dari ancaman Demam Berdarah !!

Refrensi

  1. Hadinegoro SRS. Sekilas Tentang Vaksin Dengue [Internet]. Jakarta: Ikatan Dokter Anak Indonesia; 2016 [cited 2025 Dec 28]. Available from: https://www.idai.or.id/artikel/klinik/imunisasi/sekilas-tentang-vaksin-dengue

  2. Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia. Jadwal Vaksinasi Dewasa PAPDI 2024 [Internet]. Jakarta: PAPDI; 2024 [cited 2025 Dec 28]. Available from: https://imuni.id/wp-content/uploads/2024/07/Jadwal-Vaksinasi-Dewasa-PAPDI-2024.pdf

  3. Kementerian Kesehatan RI. Demam Berdarah Dengue [Internet]. Jakarta: Ayo Sehat Kemkes; [cited 2025 Dec 28]. Available from: https://ayosehat.kemkes.go.id/topik/demam-berdarah-dengue

  4. Suhendro. Perkembangan Mutakhir Vaksin Demam Berdarah Dengue [Internet]. Neliti; [cited 2025 Dec 28]. Available from: https://media.neliti.com/media/publications/59501-ID-perkembangan-mutakhir-vaksin-demam-berda.pdf

  5. Halodoc. Vaksin Dengue (9-16 Tahun) [Internet]. Jakarta: Halodoc; [cited 2025 Dec 28]. Available from: https://www.halodoc.com/kesehatan/vaksin-dengue-9-16-tahun

  6. Alodokter. Vaksin Dengue [Internet]. Jakarta: Alodokter; [cited 2025 Dec 28]. Available from: https://www.alodokter.com/vaksin-dengue